Selasa, 20 November 2012

Pertambangan Emas



Pertambangan Emas

Dampak Lingkungan
Dampak lingkungan dari aktifitas penambangan Emas adalah :
1.       Akan terjadi perubahan bentuk tropografi  (landscape) perbukitan dan sungai,  akan berubah meninggalkan bentang alam yang merusak dengan pemandangan yang buruk/gersang.
2.       Ketika penambangan menggunakan alat berat otomatis tanah penutup yang subur akan hilang akibat bertambahnya perukitan gundul dan tanah gersang.
3.       Melihat cara penambangan , pasti aktifitas aktifitas penambangan ini akan berpengaruh terhadap tata air terutama air tanah, akan berubah dengan menyurut atau menghilangnya potensi/sumber air. Muka air tanah menurun akan menyebabkan kelembaban tanah berkurang dan tanah menjadi kering. Jika kondisinya tambah parah bisa terjadi amblesan tanah (subsidence), ketika hujanbisa terjadi erosi, tanah longsor, dan tumpukan sedimentasi di badan air.
4.       Sangat dikhawatirkan para penambang menggunakan merkuri atau air raksa, untuk mendapatkan emas lebih mudah mereka menggunakan air raksa (merkuri). Merkuri sangat berbahaya jika terakumulasi di lingkungan dan meracuni hewan, apalagi kalau sudah masuk ke sungai bisa di serap ikan dan kemudian manusia makan ikan maka bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, lebih parah kalu sudah masuk daam siklus rantai makanan.

Permasalahan
Kemungkinan dampak negatif
1.       Aktifitas penambangan dapat menyebabkan erosi dan tanah longsor
2.       Penggunaan merkuri (Hg) dalam aktifitas penambangan dapat membahayakan lingkungan dan ekosistem
3.       Pelanggaran regulasi di bidang lingkungan hidup dan pertambangan
4.       Menjamurnya protitusi liar, tempat hiburan malam, minuman keras. Hal ini dapat menghancurkan orang papua yang sebagian dari kecil dari pertambangan tersebut. Protitusi liar berpotensi menyebabkan masyarakat asli papua tertular HIV/AIDS

Perizinan
Undang-undang pertambangan mineral dan batubara No. 4 tahun 2009 (UU minerba) yang diterbitkan menggantika UU no. 11 tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertambangan yang seyogyanya mengandung misi ideologis untuk memakmurkan rakyat, malah menjadi paradox. Rakyat miskin di ats alamnya senidiri terutama yang dilakukan pada masyarakat papua yang sebagian besar tanah mereka harus direnggut masyarakat asil untuk penambangan emas. Rakyat hanya menerima residu dari usaha pertambangan. Bukan hanya kerusakan lingkungan dan pencemaran, tetapi juga kesengsaraan hidup akibat kekerasan atas nama hukum yang dzalim terhadap rakyat miskin. Dampak pertambangan telah membuat masyarakat local terserabut dari identitas kulturalnya.

Tahapan eksploitasi dan eksplorasi
Eksplorasi
Ekplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumber daya alam disuatu tempat.
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi penyebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelkaan kerja dan kerusakan lingkungan.
Eksploitasi
Eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan manfaatnya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, bahan galian padat dan bahan galian cair serta gas.
1.       Kegiatan eksplorasi
Unit usaha ekplorasi terbagi antara lain :
A.      Alat Kerja Survey
B.      Biaya Keja Survey
langkah-langkah yang perlu diketahui adalah :
·         Seberapa luas yang akan dieksploitasi
·         Struktur tanah dan jenis alur timahnya berbentuk primer/ sekunder
·         Keadaan lingkungan masyarakat pada tahap matang kegiatan
·         Budget


2.       Kegiatan eksploitasi

Pembersihan lahan (land clearing)
Pembersihan lahan dilakukan untuk memisahkan pepohonan dari tanah tempat pohon tersebut tumbuh. Sehingga nantinya tidak tercampur dengantanah subsoilnya. Pepohonan (tidak berbatang kayu keras) yang dipisahkan ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai humus pada saat pelaksanaan reklamasi.

Pengupasan tanah pucuk (top soil)
Pengupasan tanah pucuk ini dilakukan terlebih dulu dan ditempatkan terpisah terhadap batuan penutup (over burden), agar pada saat pelaksanaan reklamasi dapat dimanfaatkan kembali. Pengupasan top soil ini dilakukan sampai pada batas lapisan subsoil. Yaitu pada kedalaman dimana telah sampai di lapisan batuan penutup (tidak mengandung unsur hara).

Penggalian tanah penutup (over burden)
Penggalian batuan tertutup (over burden, disingkat OB) dilakukan pertama kali dengan menggunakan alat gali berupa alat berat jenis big bulldozer yang berfungsi sebagai alat pemecah bebatuan (prosesriping dan dozing). Batuan penutup yang telah hancur tersebut selanjutnya diangkat oleh alat berat jenis excavator dan dipidahkan kealat angkut. Sedangkan alat angkut batuan penutup ini berupa dump truck dengan kapasitas muat/angkut maksimal 20 ton. Dump truck ini beroperasi dari loading point di front tambang menuju ke areal disposal yang berjarak 4 km (pulang pergi).


Data peringkat dunia :
1.       Cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari cadangan emas dunia
2.       Menduduki peringkat 7 yang memiliki potensi emas terbesar di dunia
3.       Menduduki peringkat 6 dalam produksi emas di dunia sekitar 6,7%

Daerah-daerah penghasil emas di Indonesia diantaranya :
a)      Bengkalis (Sumatera)
b)      Bolaang Mangondow (Sulawesi Utara)
c)       Cikotok (Jawa Barat)
d)      Logas (Riau)
e)      Meuleboh (DI Aceh)
f)       Rejang Lebong (Bengkulu)
Selain itu juga terdapat di Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, Papua, Kalimantan Timur, Dan Kalimantan Selatan. Pabrik pengolahan emas terdapat di Cikolok, Jawa Barat.


Sumber :





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar