Kamis, 05 April 2012

Harga Nilai Waktu Uang


HARGA NILAI WAKTU UANG
(TIME VALUE OF MONEY)


SEJARAH
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya.
 Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magisdan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primersehari-hari; misalnya garam yang oleh orang romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang: orang inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama. Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam.Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.
Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar

KONSEP NILAI WAKTU UANG (Time Value of Money)
Waktu adalah salah satu faktor yang penting dalam membuat suatu keputusan untuk menentukan apa yang akan anda lakukan dengan uang yang anda miliki, karena dengan adanya waktu maka akan ada kesempatan untuk menunda konsumsi dan memperoleh pendapatan yang biasanya kita sebut bunga.
Konsep ini adalah konsep yang memperhatikan waktu dalam menghitung nilai uang. Artinya uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan datang. Konsep nilai waktu uang ini sangat berkaitan dengan capital budgeting. Uang dalam ilmu ekonomi tradisional sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar ini dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setip orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.sedangkan dalam ekonomi modern, uyang sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang dan jasa serta kekayaan yang berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Fungsi asli uang adalah sebagai berikut:
·         uang sebagai alat tukar / medium of change
orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang tetapi cukup dengan menggunakan uang  sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan perukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
·         uang sebagai satuan hitung (unit of account)
uang dapat digunakan untuk menunjukkan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kakayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman.
·         uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta)
karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
Fungsi turunan uang adalah sebagai berikut:
·         uang sebagai alat pembayaran yang sah
kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, maka memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
·         uang sebagai alat pembayaran utang
uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
·         uang sebagai alat penimbun kekayaan
sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan komsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa mendatang.
·         uang sebagai alat pemindah kekayaan
seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya.
·         uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.       

SYARAT- SYARAT UANG
Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintahyang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

MENURUT BAHAN PEMBUATANNYA
  • Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat darilogam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untukmata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
  • Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentangBank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).


PRESENT VALUE

PRESENT VALUE (Nilai Kini)
Present value (Nilai Kini) adalah nilai pada tanggal tertentu dari pembayaran atau serangkaian pembayaran yang dilakukan pada waktu lain. Nilai masa kini dapat diartikan sebagai nilai dari sebuah perusahaan. Maka pembeli yang memang berminat akan ikut berbisnis.
Jika pembayaran di masa depan, mereka didiskontokan untuk mencerminkan nilai waktu uang dan factor lai seperti risiko investasi. Jika mereka berada di masa lalu, nilai mereka sejalan ditingkatkan untuk mencerminkan bahwa pembayaran tersebut telah mendapatkan bunga dalam waktu intervensi. Perhitungan niali sekarang banyak digunakan dalam bisnis dan ekonomi untuk menyediakan sarana untuk membandingkan arus kas pada waktu yang berbeda secara bermakna.

 LATAR BELAKANG
Jika ditawari pilihan antara 100 atau 100 hari dalam satu tahun dan ada tingkat bunga riil yang positif sepanjang tahun ceteris paribus, orang yang rasional akan memilih 100 hari ini. Hal ini dijelaskan oleh para ekonom sebagai preferensi waktu . Preferensi waktu dapat diukur dengan melelang sebuah keamanan bebas resiko - seperti tagihan Treasury AS. Jika catatan 100, dibayarkan dalam satu tahun, dijual seharga 80 sekarang, maka 80 adalah nilai sekarang dari catatan yang akan bernilai 100 tahun dari sekarang. Hal ini karena uang dapat dimasukkan ke dalam rekening bank atau investasi (aman) lain yang akan kembali bunga di masa depan.
Seorang investor yang memiliki uang memiliki dua pilihan: untuk menghabiskannya sekarang atau menyimpannya. Tapi kompensasi keuangan untuk menyimpannya (dan tidak menghabiskannya) adalah bahwa nilai uang akan bertambah melalui bunga majemuk bahwa ia akan menerima dari peminjam (rekening bank di mana dia memiliki uang yang disimpan).
Oleh karena itu, untuk mengevaluasi nilai riil sejumlah uang hari ini setelah periode waktu tertentu, agen-agen ekonomi menambah jumlah uang pada tingkat (bunga) yang diberikan. Perhitungan aktuaria Kebanyakan menggunakan tingkat bunga bebas resiko yang sesuai dengan tingkat dijamin minimum disediakan oleh rekening bank tabungan misalnya. Untuk membandingkan perubahan daya beli, dengan Tingkat bunga  riilsuku bunga nominal dikurangi inflasi rate) harus digunakan.

Varian / Pendekatan
Ada terutama dua rasa dari PV. Setiap kali akan ada ketidakpastian dalam kedua waktu dan jumlah arus kas, pendekatan nilai yang diharapkan hadir akan sering menjadi teknik yang tepat.
  • Pendekatan Nilai Tradisional Hadir 
Dalam pendekatan ini satu set arus kas estimasian dan tingkat bunga tunggal (sepadan dengan risiko, biasanya rata-rata tertimbang dari komponen biaya) akan digunakan untuk mengestimasi nilai wajar.
  • Diharapkan Nilai Pendekatan Hadir 
Dalam hal ini kas pendekatan beberapa skenario mengalir dengan probabilitas yang berbeda / yang diharapkan dan risiko kredit yang disesuaikan tingkat bebas digunakan untuk memperkirakan nilai wajar.

PILIHAN SUKU BUNGA
Tingkat bunga yang digunakan adalah tingkat bunga penuh resiko jika tidak ada risiko pada proyek. Tingkat pengembalian dari proyek tersebut harus sama dengan atau melebihi ini tingkat pengembalian atau akan lebih baik untuk menanamkan modal dalam aset bebas risiko.Jika ada risiko pada investasi ini dapat tercermin melalui penggunaan premi resiko. Premi resiko yang diperlukan dapat ditemukan dengan membandingkan proyek dengan tingkat pengembalian yang diperlukan dari proyek lain dengan risiko serupa. Jadi adalah mungkin bagi investor untuk memperhatikan setiap ketidakpastia

PERHITUNGAN
Anuitas adalah serangkaian pembayaran per periode dari jangk waktu tertentu. Contohnya, pembayaran ulang peminjaman dengan cara pembayaran per bulan $200 dalam waktu 48 bulan adalah berasal dari anuitas.
Amount adalah angka tertentu dari mata uang dolar untuk dibayarkan atau diterima pada tanggal tertentu.
Present value adalah nilai hari ini dari amount dan anuitas, yang dapat dipertimbangkan bahwa ketertarikan pasar dapat dihasilkan.
Anuitas diartikan sebagai rangkaian pembayaran periodic yang seimbang. Contoh dari anuitas adalah pembayaran gaji pensiunan, jadwal pembayaran ulang dari pinjaman penggadaian.
Persamaan dasar dari present value adalah sebagai berikut:

Pv = C [1/(1+i)n]

Keterangan:
Pv : present value
n : Jumlah periode
i :  Tingkat bunga efektif periodik atau tingkat pengembalian
c : Jumlah arus kas

Variable dalam kurung adalah present value dari Rp1 dalam periode jika angka interest adalah 1 persen.
Contoh soal:
Berapa persen value dari Rp100.000 yang akan diterima di akhir tahun kesepuluh jika interest rate nya 10% ?
Jawab:
Pv = s [1/(1.10)10)
Pv = 100.00 [1/(1.10)10]
Pv = Rp38.550
                 

FUTURE VALUE

FUTURE VALUE ( Nilai Masa Depan)
Nilai masa depan adalah nilai suatu aset pada tanggal tertentu. Ini mengukur jumlah masa depan nominal uang yang diberikan sejumlah uang adalah "nilai" pada waktu tertentu di masa depan dengan asumsi tertentu suku bunga , atau lebih umum , tingkat pengembalian, itu adalah nilai sekarang dikalikan dengan fungsi akumulasi . Nilai tersebut tidak termasuk koreksi terhadap inflasi atau faktor lainnya yang mempengaruhi nilai sebenarnya dari uang di masa depan. Ini digunakan dalam nilai waktu uang perhitungan.

LATAR BELAKANG
Nilai uang berfluktuasi dari waktu ke waktu: $ 100 hari ini tidak senilai $ 100 dalam lima tahun. Hal ini karena seseorang dapat menginvestasikan $ 100 hari ini di rekening bank atau investasi lainnya, dan uang yang akan tumbuh / menyusut karena bunga. Juga, jika $ 100 hari ini memungkinkan pembelian item, ada kemungkinan bahwa $ 100 tidak akan cukup untuk membeli item yang sama dalam lima tahun, karena inflasi (kenaikan harga pembelian).
Seorang investor yang memiliki uang memiliki dua pilihan: untuk menghabiskannya sekarang atau untuk menginvestasikannya. Kompensasi keuangan untuk menyimpannya (dan tidak menghabiskannya) adalah bahwa nilai uang akan bertambah melalui kepentingan bahwa ia akan menerima dari peminjam (rekening bank di mana dia memiliki uang yang disimpan).
Oleh karena itu, untuk mengevaluasi kelayakan nyata dari sejumlah uang hari ini setelah periode waktu tertentu, agen-agen ekonomi menambah jumlah uang pada tingkat bunga yang diberikan. Kebanyakan aktuaria perhitungan menggunakan tingkat bunga bebas resiko yang sesuai dengan tingkat dijamin minimum disediakan rekening bank tabungan, misalnya. Jika seseorang ingin membandingkan perubahan dalam daya beli, maka mereka harus menggunakan tingkat bunga riil( suku bunga nominal dikurangi inflasi rate).

BUNGA SEDERHANA
Untuk menentukan nilai masa depan (FV) dengan menggunakan bunga sederhana (yaitu, tanpa peracikan):

FV = PV . (1 + rt)

Dimana PV adalah nilai sekarang atau pokok, t adalah waktu dalam tahun (atau sebagian kecil dari tahun), dan r singkatan per tahun bunga. Bunga sederhana jarang digunakan, seperti peracikan dianggap lebih bermakna. Memang, Future Value dalam hal ini tumbuh secara linear (itu fungsi linier dari investasi awal): tidak memperhitungkan fakta bahwa bunga yang diperoleh mungkin diperparah sendiri dan menghasilkan bunga lebih lanjut (yang sesuai dengan suatu pertumbuhan eksponensial dari awal investasi).

BUNGA MAJEMUK
Untuk menentukan nilai masa depan dengan menggunakan bunga majemuk :

FV = PV . (1 + i)t

Dimana PV adalah nilai sekarangt adalah jumlah periode peracikan (tidak harus integer), dan i adalah tingkat bunga untuk periode tersebut.Dengan demikian nilai masa depan meningkat secara eksponensial dengan waktu ketika saya positif. Para tingkat pertumbuhan diberikan oleh periode, dan saya, tingkat bunga untuk periode tersebut. Atau tingkat pertumbuhan diungkapkan dengan bunga per satuan waktu berdasarkan peracikan terus-menerus. Sebagai contoh, berikut ini semuanya mewakili tingkat pertumbuhan yang sama:
·         3% per tahun setengah
·         6,09% per tahun ( tingkat tahunan efektiftingkat pegembalian modal per tahunnya, cara standar untuk menyatakan tingkat pertumbuhan, untuk perbandingan mudah)
·         2.95588022% per tahun setengah berdasarkan peracikan terus menerus (karena ln 1,03 = 0,0295588022)
·         5.91176045% per tahun berdasarkan peracikan kontinyu (hanya dua kali persentase sebelumnya)
Juga tingkat pertumbuhan dapat dinyatakan dalam persentase per periode (tingkat nominal), dengan periode yang lain sebagai dasar peracikan, karena tingkat pertumbuhan yang sama kita memiliki:

PERHITUNGAN
Ada 2 jenis pendapatan bunga:
1.      Simple interest (bunga tunggal)
      Pendapatan bunga yang dihasilkan hanya atas jumlah awal uang.
2.      Compound interest (bunga majemuk)
      Pendapatan bunga yang dihasilkan dari pendapatan bunga sebelumnya.
Disamping itu dalam hal menilai uang, kita sering mendengar istilah:
1.      Future value (FV)
 Nilai uang yang akan dihasilkan di masa yang akan datang atas uang yang ada saat ini dengan       suku bunga tertentu.
2.      Present value (PV)
Nilai saat ini dari sejumlah uang yang akan dihasilkan pada masa yang akan datang dengan suku bungan tertentu.

Contoh soal:
1.      Jika anda mendepositokan dana sebesar Rp.100 juta dengan suku bunga 5% per tahun selama 3 tahun, maka pendapatan bunga yang akan dihasilkan adalah sebesar:

Simple interest
Pendapatan bunga = Rp100 juta x 5% x 3 = Rp 15 juta sehingga total uang anda 3 tahun yang akan datang (future Value) menjadi Rp115 juta.

Compound interest
Untuk pendapatan bunga sejenis ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :
FV = PV x (1 + i)n
     = Rp 100juta x (1 + 0,05)3
     =RP 115.762.500

Keterangan:
PV = present value
i = suku bunga
n  =  jangka waktu

Anda dapat kelebihan sebesar Rp 762.500 dengan menggunakan compound interest.

2.      Jika anda ingin mengetahui berapakah jumlah uang yang harus anda depositokan untuk mendapatkan jumlah sebesar Rp 1 milyar dalam waktu 10 tahundengan suku bunga 4 % ?

PV = FV
        (1+i)n           
     = Rp 1 milyar
         (1+0,04)10
     =Rp 675.564.200


NET PRESENT VALUE

NET PRESENT VALUE (Nilai Sekarang Bersih)

SEJARAH
Nilai sekarang bersih sebagai metodologi tanggal penilaian setidaknya ke abad 19. Karl Marx mengacu pada NPV modal fiktif , dan perhitungan sebagai capitalising, menulis: 
Para pembentukan modal fiktif disebut memanfaatkan. Setiap pendapatan periodik berulang dikapitalisasi dengan menghitung pada tingkat rata-rata bunga, sebagai penghasilan yang akan direalisasikan oleh modal pada suku bunga.
Dalam arus utama ekonomi neo-klasik, NPV diresmikan dan dipopulerkan oleh  Irving Fisher, pada tahun 1907, The Tingkat Kepentingandan menjadi termasuk dalam buku pelajaran dari tahun 1950 dan seterusnya, mulai dalam teks-teks keuangan.
Net present value (NPV) merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini.Net present value atau biasa disingkat dengan NPV adalah merupakan kombinasi pengertian present value penerimaan dengan present value pengeluaran. untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.
Berkaitan dengan investasi (modal)yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk dapat dengan bijak menilai investasi berikut. Dan pedoman tersebut yang dapat dipakai sebagai panduan adalah:
·         Terima investasi yang diharapakan bilamana memberikan NPV positif.
·         Terima investasi yang memberikan IRR yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang  diisyaratkan.
Tentu saja penyajian konsep ini berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan catatan:
·         Tingkat suku bunga yang ada adalah stabil dan sama, tidak berfluktuatif.
·         Tidak adanya pihak yang dominan untuk mempengaruhi pasar.
·         Kondisi di luar transaksi yang ada adalah stabil.

PERHITUNGAN
Untuk lebih jelas ada baiknya dilihat dengan contoh perhitungan dibawah ini:
Suatu proyek dengan investasi sebesarnya Rp 7,000 juta dan tingkat bunga yang relevan, sebesar 18%. Proyek ini diharapkan akan menghasilkan nilai sebesar Rp 9,000 juta. Maka berapakah besarnya net present valueyang akan dihasilkan?
Jawab:
PVpenerimaan ­­­= 9,000 / (1 + 0,18)1 = Rp 7,627 juta
PV­­­ ­­­investasi = 7,000 / (1 + 0,18)0 = Rp7,000 juta
Maka Net Present Value yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
NPV = PVinvestasi + PVpenerimaan
NPV = - 7,000 + 7,627 = Rp627 juta

Sehingga didapatkan rumus sebagai berikut:

NPV = A0 + (A1 / (1+r))

Keterangan:
A0 = nilai awal investasi
A1 = nilai penerimaan dari investasi
R = tingkat suku bunga yang relevan

ARTI  PERHITUNGAN NPV
Pada tabel berikut ditunjukkan arti dari perhitungan NPV terhadap keputusan investasi yang akan dilakukan.
Bila...
Berarti...
Maka...
NPV > 0
investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan
proyek bisa dijalankan
NPV < 0
investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan
proyek ditolak
NPV = 0
investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi
Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.



INTERNAL RET AND RETURN

INTERNAL RET AND RETURN (Tingkat Pengembalian Internal)
Tingkat pengembalian internal (IRR) adalah tingkat pengembalian yang digunakan dalam penganggaran modal untuk mengukur dan membandingkan keuntungan dari investasi. Hal ini juga disebut arus kas diskonto tingkat pengembalian (DCFROR) atau tingkat pengembalian (ROR). Dalam konteks tabungan dan kredit IRR juga disebut suku bunga efektif. Internal merujuk pada fakta bahwa perhitungannya tidak memasukkan faktor lingkungan (misalnya, tingkat suku bunga atau inflasi).
Tingkat pengembalian internal yang umum digunakan untuk mengevaluasi keinginan untuk investasi atau proyek. Tingkat yang lebih tinggi proyek pengembalian internal, semakin diinginkan itu adalah untuk melaksanakan proyek. Dengan asumsi semua proyek memerlukan jumlah yang sama di muka investasi, proyek dengan IRR tertinggi akan dianggap yang pertama terbaik dan dilakukan.

PENGGUNAAN
Karena tingkat pengembalian internal adalah tingkat kuantitas, itu adalah indikator efisiensi, kualitas, atau hasil dari suatu investasi. Hal ini berbeda dengan nilai sekarang bersih, yang merupakan indikator dari nilai atau besarnya investasi.
Investasi dianggap diterima jika tingkat internal pengembalian lebih besar dari sebuah ditetapkan harga minimum yang dapat diterima kembali atau biaya modal . Dalam sebuah skenario di mana investasi dianggap oleh perusahaan yang memiliki pemegang saham , tingkat minimum adalah biaya modal dari investasi (yang dapat ditentukan oleh biaya risiko disesuaikan dari modal investasi alternatif). Hal ini menjamin bahwa investasi ini didukung oleh pemegang ekuitas sejak, secara umum, investasi yang IRR melebihi biaya modal menambah nilai bagi perusahaan (yaitu, secara ekonomi menguntungkan).


PERHITUNGAN

Perhitungan IRR praktis

Contoh

Jika investasi dapat diberikan oleh urutan arus kas:
Tahun ( n )
Arus kas ( Cn )
0
-4000
1
1200
2
1410
3
1875
4
1050

maka IRR r diberikan oleh:

NPV = -4000 + 1200/(1 + r) 1+ 1410 / (1 + r)2 + 1875 / (1 + r)3 + 1050 / (1 + r)4 = 0

Dalam hal ini, jawabannya adalah 14,3%.

 

Untuk mempermudah perhitungan IRR, yaitu dengan mencoba suku bunga yang diperkirakan akan memberikan nilai NPV positif misalnya 10 % yang akan memberikan NPV sebesar 382 dan dilanjutkan dengan perhitungan NPV yang negatif, Misalnya pada 20 % akan memberikan NPV sebesar -429. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

IRR = Ir + NPV Ir / NPV Ir – NPV It x (It – Ir)

            Dari data di atas akan diperoleh IRR Sebesar 14,71 %, angka ini sedikit berbeda dari hasil hitungan di atas karena merupakan perhitungan empiris, angka ini bisa diperbaiki kalau rentang bunga tinggi dengan bunga rendah lebih kecil.



DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar